Dengan menggunakan kontak control elektrik yang digabungkan dengan komputer, perancang bias menghemat berat, yang dipercaya memperbaiki, dan menggunakan computer untuk mengurangi sifat yang tidak dinginkan seperti yang disebutkan diatas. Kemajuan modern system fly by ware juga digunakan untuk mengontrol penerbangan pesawat yang stabil.
Kata fly by ware menunjukkan penguasaan system. Secara umum dimengerti sebagai control pada computer, dimana system computer ditempatkan antara operator dan control permukaan terakhir. Ini mengubah masukan manual penerbang sesuai parameter control. Dengan cermat dikembangkan untuk menghasilkan efek maksimum yang bekerja dengan keamanan.
Keamanan dan kelebihan
System pesawat terbang 4 rangkap diperuntukkan mencegah hilangnya tanda kegagalan satu atau dua saluran. Kinerja yang tinggi pesawat terbang dengan control fly by ware (juga disebut CCVs atau kendaraan yang terbentuk oleh control) sengaja di desain dengan rendah atau stabilitas aerodinamika negative yang juga dibeberapa bagian penerbangan, control CCV yang bereaksi kilat mengganti kerugian karena stabilitas alami.
Pengamanan berat
Pesawat terbang fly by ware bisa lebih ringan dari pada bentuk control konfensional. Hal ini karena sebagian berat keseluruhan bagian system yang lebih rendah dan sebagian lagi karena stabilitas aerodinamika pesawat terbang diperluas, untuk pengangkut pesawat terbang dan gerakan militer penerbang lebih banyak, yang berarti stabilitas yang muncul adalah sebagian struktur kaleng pesawat terbang oleh karena itu dibuat lebih kecil. Masukan stabiliator vertical dan horizontal yang biasanya dibagian belakang badan pesawat terbang. Jika struktur ini ukurannya bisa dikurangi berat kerangka udara berkurang. Keuntungan control fly by ware sudah lebih dulu dieksploitasi oleh militer dan pasar perusahaan penerbangan komersil. Rangkaian air bus pesawat penumpang memakai control fly by ware yang dimulai dengan rangkaian A320, control penerbangan A320 (meskipun fungsi beberapa fly by ware terbatas pada A310). Boeing disusul dengan 777 dan desain berikutnya .
System elektronik fly by ware bisa menjawab secara fleksibel selama mengubah kondisi aerodinamika, dengan jahitan control pernerbangan garakan permukaan dapat dikuasai dan kondisi melayang sesuai. System elektronik memerlukan sedikit perawatan, sedangkan system mesin dan hidrolik memerlukan pelumasan, penyesuaian tegangan, pengecekkan kebocoran, perubahan dan lain-lain. Selanjutnya, meletakkan system aliran listrik diantara petunjuk pesawat terbang bisa meningkatkan keamanan, misalnya system control bisa mencegah kemogokkan atau menghentikan penerbang dari tegangan berlebihan air frame.
System fly by ware sebenarnya mengganti control manual pesawat terbang dengan interface elektronik. Gerakan control penerbangan mengubah sinyal elektronik dan control penerbangan computer memutuskan bagaimana caranya berpindah garakan dimasing-masing control permukaan untuk memberikan jawaban yang diharapkan. Biasanya pergerakan hidrolik, tetapi pergerakan listrik digunakan.
Kekhawatiran utama dengan system fly by ware adalah hal yang dapat dipercaya. Sedangkan system control mesin atau hidrolik yang tradisional biasanya lambat laun gagal, kehilangan semua control computer penerbangan membuat pesawat terbang tidak dapat dikuasai. Oleh karena itu kebanyakan system fly by ware termasuk computer yang tidak diperlukan lagi, semacam cadangan mesin atau hidrolik atau kombinasi keduanya. System control “campuran “ tidak seperti yang terakhir adalah pesawat terbang dan fly by ware modern dihindari dengan mendapatkan saluran fly by ware yang mandiri, dengan demikian mengurangi kemungkinan kegagalan keseluruhan sampai tingkat terkecil yang dapat diterima pada pengaturan mandiri dan keamanan yang bertanggung jawab pada pola pesawat terbang, pengujian, dan pengesahan sebelum service oprasional.
Analog
System control penerbangan fly by ware mengurangi kesulitan, rapuh dan beratnya system control penerbangan kontak mesin hidromekanik dan menggantinya dengan kontak elektrik. Control kokpit sekarang mengoperasikan sinyal tranduser dengan membangkitkan petunjuk yang sesuai, ini adalah proses putaran oleh control elektronik. Autopilot sekarang adalah bagian dari control elektronik.
Kontak hidrolik itu serupa kecuali mesin pemutar mekanik diganti dengan mesin pemutar elektrik dijalankan oleh control elektrik. Ini merupakan kemudahan dan kedekatan konfigurasi analog system control penerbangan fly by ware, seperti dipasang pertama untuk the Avro Vulcan pada 1950.
Dalam konfigurasi ini, system control penerbangan harus menirukan “feel”. Control elektronik mengontrol alat sentuh elektrik memberikan kekuatan ”feel” yang tepat pada control manual. Ini masih digunakan pada pesawat terbang the Embraer E-Jets dan digunakan pada Concorde, airliner pertama fly by ware.
Pada versi yang lebih menyesatkan, computer analog diganti control elektrik. Dikeluarkan tahun 1950 penerbang super sonic Canadian, the Avro CF-105, tipe ini digunakan pada system. Computer analog juga memperlihatkan karakteristik control penerbangan meliputi, pengurangan stabilitas. Ini luar biasa lewat versi terdekat yaitu F-16 memberikan penegasan kemampuan gerak.
Digital
Percobaan fly by ware digital F-8C Crusader
Airbus A320, airliner pertama dengan control fly by ware digital
Dassault Falcon 7X, jet bisnis pertama dengan control fly by ware figital
System control penerbangan fly by ware digital itu serupa untuk penyeimbang analog. Bagaimanapun, proses sinyal didapatkan dari computer digital dan secara literal penerbang bisa “terbang via computer”. Ini peningkatan fleksibel seperti computer digital yang dapat mnerima input dari beberapa sensor pesawat terbang. Ini juga meningkatkan stabilitas elektronik , karena system adalah kurang tergantung pada nilai kritik komponen elektrik pada control analog.
Computer “membaca” posisi dan input gaya dari control penerbang dan sensor pesawat terbang. Itu semua memecahkan penyamaan perbedaan untuk menetukan sinyal perintah yang sesuai itu merubah control penerbangan pada perintah membawa keluar intensi penerbang.
Pemograman computer digital memungkinkan melindungi pelapis penerbangan. Pada perancang pesawat terbang ini, pembuat pesawat terbang dengan seksama menangani karakteristik pesawat terbang dikatakan dalam batas keseluruhan apa yang mungkin diberikan aerodinamik dan struktur pesawat terbang. Sebagai contoh, computer pada model pelindung pelapis penerbangan dapat dicoba untuk mencegah pesawat terbang dari bahaya dengan penerbang dari melebihi keterbatasan (pelapis pesawat terbang) seperti mogok, putaran atau membatasi G software dapat juga digunakan untuk input kontrol saringan untuk menghindari dorongan osilasi atau goyahan penerbang.
Stick samping, stick tengah, atau beban control konfensi bisa digunakan untuk terbang seperti pesawat terbang. Pada saat stick samping keuntungan penerangan, simpler mekanik dan unobtrusive, boeing dianggap ada kekurangan umpan balik visual dari masalah stick samping, dan juga penggunaan beban konfensi pada 777 dan 787 mendatang. Seri airbus menggunakan stick samping yang luas, dan airbus terbaru A380 super jumbo menggunakannya juga. Pada pesawat tempur seperti F-16 Valcon, stick sampingnya kecil. Sebagai kelanjutan computer “fly” pesawat terbang beban penerbang bisa direduksi. Sekarang ini mungkin untuk terbangnya pesawat terbang memiliki stabilitas yang nyaman. Keuntungan utama untuk pesawat militer adalah kemampuan gerak lebih penampilan penerbangan dan bisa dikatakan “Carefree handling” karena kemogokan, perputaran dan hal lain yang tidak diinginkan bisa dicegah. System control penerbangan digital memungkinkan ketidak stabilan pada pesawat seperti Lockheed Martin F-117 Nighthawk untuk terbang. Modifikasi NASA F-8C Crusader adalah pesawat terbang fly by ware digital pertama pada tahun 1972, mirrored pada USSR oleh sukhoi T-4. Diwaktu yang sama, pada versi pelatih UK penerbang hawker hunter memodifikasi dipusat penelitian Farnborough dengan control fly by ware pada tempat yang benar, sebelah kiri tempat duduk untuk kenyaman penerbang dengan control konfensional dan cut-out fly by ware. Daerah kumparan US mempunyai control fly by ware digital, pertama digunakan pada penerbangan bebas jarak dekat dan test landing pada tahun 1977. Pada tahun 1984, airbus A320 adalah airliner pertama dengan control fly by ware digital pada tahun 2005, Dassault Falcon 7X adalah jet bisnis pertama dengan control fly by ware.
Pada pesawat militer, fly by ware memperbaiki kelangsungan pertempuran karena menghindari kerusakan hidrolik alasan biasa disamping kerugian pesawat militer pada pertempuran adalah kerusakan mengakibat kebocoran hidrolik terutama kerusakan control. Pesawat militer memiliki beberapa sistem pelengkap berlebih system hidrolik, tapi garis hidrolik jarang diotak-atik bersama dan bisa secara bersamaan menjadi rusak. Dengan system fly by ware, kawat bisa lebih fleksibel diotak-atik, sangat mudah untuk melindungi dan kurang rentang untuk kerusakan dari pada garis hidrolik.
FAA atau Federal Aviation Administration US diadopsi RTCA/D0-178B, tema “software considerations in airborne systems and equitment certification” sebagai standar sertifikasi untuk penerbangan software. Beberapa komponen gawat keamanan pada system fly by ware digital meliputi aturan control berpotensial menggagalkan malapetaka.
0 comments:
Posting Komentar