MotherBoard

Mother Board merupakan board/papan induk dimana semua device dipasang
mulai dari processor, memory, slot-slot untuk ekspansi, dll.
Yang harus diperhatikan dalam memilih ataupun merakit Mother board adalah
bahwa setiap Motherboard memiliki spesifikasi yang berbeda untuk setiap merk
atau type antara lain :
1. Setiap Motherboard memiliki pasangan dengan processor tertentu, yaitu type
socket atau slot yang tersedia untuk prosessor.
2. Kemampuan Motherboard untuk bisa di Up-grade sampai dengan kecepatan
Processor berapa. Umumnya motherboard mampu untuk di-upgrade dengan
mengganti processor.Informasi tentang hal ini sangat penting untuk
pembelian motherboard dengan pertimbangan untuk bisa di upgrade.
3. Kapasitas memory RAM yang bisa dipasang pada Motherboard Semakin
besar kapasitas memory yang disediakn semakin menguntungkan.
4. Slot yang tersedia untuk setiap jenis RAM, misalnya berapa slot yang
disediakan untuk EDO RAM, SDRAM dll.
5. Setting Motherboard secara BIOS (software) atu secara jumper setting .
6. Jumlah slot untuk PCI dan ISA. Slot slot tersebut sangat bermanfaat untuk
penambahan peripheral seperti audio card.
7. Apakah motherboard Support untuk AGP bagi VGA card, support AGP akan
lebih menguntungkan untuk persediaan apabila diinginkan peningkatan
kemampuan grafis dari computer dengan memasang AGP card.
8. Speed Bus untuk memory sampai dengan kecepatan berapa (
66,100,133,200,400 Mhz).
9. Apakah VGA card dan audio Card sudah onboard atau tidak.
10. Power Supply untuk Mother Board AT atau ATX atau Baby AT.
Semua informasi diatas dapat diketahui dari manual book yang ada pada
motherboard.
Bebrapa jenis Slot atautu Socket untuk processor antara lain :
1. Slot 1
2. Slot 2
3. Socket7
4. Slot A
5. Socket A
6. Socket 370
7. Socket 8
8. Socket 423

Slot1
Mother Board yang dibuat untuk mendukung Processor P-III dan celeron
Slot2
Motherboard yang dibuat untuk mendukung Processor Pentium II Xeon
Socket 7
Mother Board yang dibuat untuk mendukung Processor AMD K6-2, AMD K6-3 dan
Cyrix M-II serta Pentium MMX.


Slot A
Mother Board yang dibuat untuk mendukung Processor AMD Athlon, AMD
Thunderbird.
Socket A
Mother Board yang dibuat untuk mendukung Processor AMD Athlon dan AMD Duron.
Socket 370
Motherboard yang dibuat untuk mendukung Processor Intel® Pentium® III (Tualatin and
Coppermine) /CeleronTM
Socket 8
Mother Board yang dibuat untuk mendukung Processor Pentium®II and Pentium® Pro .
Socket 423
Mother Board yang dibuat untuk mendukung Processor Pentium-4.

MotherBoard Socket7



MotherBoard Slot 1


MotherBoard untuk Processor Pentium 4

Klcodec 458f

Klcodec 458f,,untuk kamu - kamu yg ingin nonton film di komputer atau di laptop

download klik disni

Mikrokontroler PIC18F452

Mikrokontroler PIC adalah salah satu jenis mikrokontroler yang diproduksi oleh microchip, inc. untuk mengontrol alat di sekeliling, sehingga mengurangi beban CPU utama.
PIC 18F452, sama seperti CPU, memiliki fungsi kalkulasi dan memori serta dikendalikan oleh software. Bagaimanapun PIC memiliki kapasitas memori yang kecil. Frekuensi kerja maksimum clock untuk mikrokontroler PIC adalah sekitar 20 MHz dan kapasitas memori untuk mengisikan program adalah sekitar 1k sampai dengan 4k. Frekuensi clock dapat menentukan kecepatan membaca suatu program dan sebuah instruksi dieksekusi atau dijalankan.



Fitur – fitur PIC 18F452
Mikrokontroler PIC memiliki fitur – fitur antara lain :
1. Hanya memerlukan 75 set instruksi
2. Data berukuran 16 bit
3. Memiliki flash memori sebesar 16k yang dapat digunakan 100.000 kali baca tulis
4. Memiliki 1536 SRAM
5. 15 special function register
6. Memiliki EEPROM sebesar 256
7. Memiliki 18 interrupt
8. Wacthdog Timer (WDT) dengan internal osilator
9. Mode sleep
10. Memiliki lima port yaitu PORTA, PORTB, PORTC, PORTD dan PORTE

Fungsi – fungsi pin PIC18F452
Mikrokontroler PIC18F452 memiliki 40 pin, banyaknya port input – output yang dimiliki memungkinkan mikrokontroler berinteraksi dengan banyak pheriperal dari luar mikrokontroler.

File yang Mudah Terjangkit Virus

Mungkin sebagian besar dari kita hanya tahu virus berupa file EXE (application) saja, karena memang sebagian besar virus berupa file EXE. Padahal banyak tipe file yang berpotensi terinfeksi virus dan menyebarkannya ketika dijalankan. Sehingga sering kita tidak sadar bahwa file yang dijalankan ternyata bisa mengandung virus.

Dengan mengetahui beberapa tipe tesebut, semoga kita dapat lebih berhati-hati. Berikut adalah beberapa tipe file yang sering/bisa terinfeksi virus dan sebagian besar bisa menyebarkannya kembali ketika file tersebut dijalankan.

Binary Executable File

Binary Executable Files (Portable Executable/PE) merupakan file yang isinya diterjemahkan sebagai program oleh komputer. File ini terdiri dari beberapa tipe di windows :

* EXE (Executable/Application), tipe file ini merupakan file yang sering terinfeksi virus dan sebagian virus juga berupa EXE. Banyak file yang bisa menempel di file ini dan begitu dijalankan, virus aslinya menyebar dan menginfeksi komputer. Beberapa virus yang yang menginfeksi EXE misalnya w32/Virut, Troxa, Sality dan lainnya.
* DLL (Dynamic Link Library) dan OCX yang sebenarnya formatnya sama dengan tipe EXE, hanya saja tidak langsung dijalankan, melainkan digunakan oleh file lain seperti EXE, sehingga virus juga bisa menginfeksi tipe file ini.
* SCR (Screensaver), file ini juga seperti tipe EXE, ketika dijalankan screensaver akan tampil. Oleh karena itu, virus sering menduplikasi dirinya dengan tipe ini dan menempatkan dirinya sebagai screensaver, sehingga ketika screensaver aktif, sebenarnya virus itu yang aktif.
* COM file (Command file), bisa berupa text atau Binary File yang berjalan di under DOS
* SYS (Device Driver), merupakan file binary yang digunakan untuk driver hardware komputer

File Document

File documen yang sering terinfeksi virus adalah file Office, terutama DOC (Microsoft Word), XLS (Microsoft Exel), dan MDB (Access Database). Virus yang menginfeksi file ini biasanya virus macro, yang aktif jika file tersebut dijalankan dan bisa menginfeksi file DOT (template file) sehingga semua file yang dibuka selanjutnya akan terkena virus.

Sekitar tahun 2007 lalu, file PDF mulai dimanfaatkan oleh pembuat virus untuk menyertakan kode-kode tertentu dalam file tersebut. Biasanya berupa Trojan. Kelemahan PDF dimanfaatkan untuk menyisipkan kode virus, sehingga ketika PDF dijalankan virus yang berupa trojan tersebut bisa menginstall dirinya ke komputer.

File Script

File script merupakan file yang berisi script atau kode-kode program yang bisa ditejemahkan oleh komputer secara langsung untuk mengontrol software/aplikasi lainnya. Beberapa file ini antara lain :

* BAT (Batch File), merupakan file di MS-DOS dan Windows.
* VBS (VBScript), script windows dengan bahasa Visual Basic.
* JS (Java Script), file ini tidak bisa langsung aktif, tetapi dijankan oleh web browser melalui file HTML

File Lain

Beberapa file lainnya yang juga bisa terinfeksi, menyebarkan, menjalankan atau disusupi kode virus antara lain :

* HTM, HTML, CHM (HTML Help), file-file ini bisa menyertakan kode program javascript, sehingga tak jarang file ini terinfeksi virus.
* INF, merupakan file (jenis lain file INI) untuk menginstall Device Driver. Virus sering mengubah/memodifikasi file tipe ini (file Autorun.inf) untuk mengaktifkan dan menyebarkan lewat media seperti Flash Disk.
* Folder.htt, file ini merupakan file konfigurasi folder yang bisa berisi script kode. Terkadang virus memodifikasi isinya untuk menjalankan kode tertentu. Hal ini bisa juga terjadi pada file Desktop.ini

Semoga dengan adanya penjelasan diatas, kita jadi tahu macam-macam file yang dapat terinfeksi virus, sehingga kita dapat lebih berhati-hati untuk kedepannya. Semoga bermanfaat…